SEMINAR MOTIVASI DAN PARENTING AL-QUR’AN oleh ODOS INDONESIA

*SEMINAR MOTIVASI DAN PARENTING AL-QUR’AN oleh ODOS INDONESIA*

*Ahad, 22 April 2018 Pukul 08.00 di Auditorium Al-Azhar Cilacap*

Ditulis oleh Kartika Pamilia Sari (Sekjen Odos Indonesia Akhwat)

*1. Pembukaan oleh MC*

*2. Sambutan Ketua Panitia sekaligus founder ODOS INDONESIA Ustadz Teguh Waluyo*

Acara seminar ini diadakan sekaligus bertepatan dengan LAUNCHING ODOS, sebuah program untuk kita menghapal al-Qur’an satu hari satu baris. Kita pakai mushaf Madinah sehingga dalam 1 halaman ada 15 baris. Mungkin satu hari satu baris akan lama sekali untuk mencapai 30 juz tapi tidak apa apa, yang penting istiqomah. Kita saling menguatkan dan memotivasi untuk sama sama menjadi keluarga al-Qur’an.

Beliau, Ustadz Rifky Hidayat Al-Hafizh, adalah seorang motivator dan penulis buku yang berkaitan dengan menghapal Qur’an.

Bapak dan ibu menjadi sejarah berdirinya ODOS. Alhamdulillaah kita sudah merambah beberapa kota dan luar negeri seperti Taiwan, Hongkong, Amerika. Insya Alloh sebentar lagi merambah ke Jepang dan Korea.

*3. Sambutan dari Pembina ODOS Bapak Bagdo Tri Siswanto*

Insya Alloh dan mudah mudahan ODOS bisa memotivasi kita semua dan generasi kita agar menjadi lebih baik. Mariah kita menggalakkan cinta al-Qur’an pada anak anak kita. Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim dan mengharap keridhoan Alloh, acara launching ODOS dibuka.

*4. Testimoni dari santri Pesantren Nurul Ihsan Jeruklegi*

Di Cilacap ada Pesantren Tahfizh Nurul Ihsan, program 6 bulan (maksimal) selesai menghapal Al-Qur’an.

Menurut penuturan para santri, menghapal Al-Qur’an tidak sesulit yang dipikirkan. Para santri Nurul Ihsan mampu menuntaskan hapalan selama 2 bulan. Motivasi saya menghapal adalah sebuah hadits yang mengemukakan bahwa Al-Qur’an akan menjadi syafa’at di akhirat nanti. Membacanya saja mendapat syafa’at, apalagi menghapalkannya.

Dapat motivasi dari tayangan hafizh cilik di TV. Mereka mampu, maka saya pun harus mampu. Maka saya minta izin selepas SMK masuk pondok tahfizh. Akhirnya saya masuk ke Pesantren Nurul Ihsan. Sehari diminta menghapal 3 lembar, awalnya saya kesulitan. Tapi Alhamdulillaah dalam waktu 2,5 bulan saya mampu menyelesaikan hapalan 30 juz. Motivasi juga datang dari rekan sesama santri dengan berlomba lomba dalam menghapal. Semoga saya bisa mengamalkan hapalan saya dan memakaikan mahkota kepada orang tua saya di akhirat nanti.

Intinya, jangan takut mencoba. Di ODOS, kita bersemangat menghapal Al-Qur’an, apapun status dan pekerjaan kita.

*5. Acara Inti oleh Ustadz Rifky Hidayat, Al-Hafizh*

Mudah mudahan langkah kaki kita menuju forum yang mulia ini, akan menjasi pemberat amal baik kita di akhirat. Komunitas ODOS ini belum sampai 2 bulan, tapi sudah memiliki anggota dimana mana bahkan di luar negeri.

Kita semua adalah orang orang yang mudah mudahan dipilih oleh Alloh untuk berjuang membaca, mentadabburi, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Kalau satu baris per hari, kita akan menghabiskan waktu selama 25 tahun untuk 30 juz. Semoga bisa istiqomah hingga tercapai apa yang dituju.

Jangan kita membuat mindset dalam kepala kita… “Ah, tidak mungkin saya hapal Al-Qur’an”. Persepsi seperti itu sifatnya kontraproduktif bagi kita. Kalaunpada zaman sekarang ini, ada anak yang belum bisa membaca al-Qur’an, maka RUGI. Kenapa? Karena pada masa sekarang, sarana atau media serta metode untuk bisa membaca Al-Qur’an, sudah sangat banyak.

ODOS punya metode menghapal al-Qur’an yang unik.
Faktor yang terpenting yang harus kita bangun dalam menghapal Al-Qur’an adalah semangat dan istiqomah.

Cara yang paling ideal untuk balita dalam menghapal Al-Qur’an adalah sima’i.

1. Audio/mendengar
2. Visual/melihat
3. Talqin/Talaqqi (disuapin, dibimbing)

Zaman now, anak anak lebih banyak pegang HP. Bahkan orang tuanya juga begitu.

Pendidikan jangan semua diserahkan kepada sekolah. Orang tua harus berperan dominan.

Anak kita bisa menjadi anak yang diharapkan jika kita istiqomah mendidiknya.

Al-Qur’an adalah kitab suci yang diturunkan kepada Rosulullooh _Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam_. Setiap membaca 1 huruf dari Al-Qur’an akan mendapat 10 pahala. Itu hanya membaca saja, belum kalau menghapalnya.

Kita butuh syafa’at di akhirat. Maka Al-Qur’an bisa menjadi syafaat. Menghapal Al-Qur’an akan memberikan kemuliaan bagi yang melakukannya.

Ketika anak anak kita menghapal Al-Qur’an, kita sebagai orang tua akan mendapatkan manfaat dan nikmat di akhirat. Interaksi para salaf dengan Al-Qur’an sangat intens.

*Keistimewaan Al-Qur’an*

Keadaan para salaf terhadap Al-Qur’an sebagaimana keadaan manusia zaman now dengan HP-nya.

1) Al-Qur’an adalah Kalamulloh (firman Alloh)
Para orientalis menuduh Al-Qur’an adalah buatan Rosululloh _Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam_. Gaya bahasa Al-Qur’an luar biasa. Ada nilai rasa yang sangat agung sehingga meski ada yang tidak mengerti arti lafazhnya, hatinya bisa tersentuh. Tidak ada manusia yang sanggup membuat lafazh seperti lafazh Al-Qur’an.

2) Setiap hurufnya ada maknanya. Ada seorang ulama yang mengarang kitab khusus tentang itu. Bahasa Arab bisa mewakili keluasan dan kedalaman Al-Qur’an.

3) Al-Qur’an mendatangkan ketenangan dan rahmat

4) Al-Qur’an mudah untuk dihapalkan
Yang sulit adalah menjaga hapalan. Pengikatnya adalah muroja’ah. Kita harus optimis bahwa Al-Qur’an mudah untuk dihapalkan.
*Tantangan dan Harapan*
Kita mengharapkan anak anak kita sesuai dengan keinginan kita yang ideal. Apa yang sudah kita lalukan untuk menjadikan anak kita sesuai harapan?

1) Melakukan pendidikan islami
Masukkanlah anak anak kita ke sekolah sekolah Islam. Kita akan ditanya oleh Alloh (pertanggungjawaban) terutama para ayah.

*Ada tiga pilar pendidikan Islam:*

1. Aqidah.
Hati hati dengan tontonan syirik.
Orang orang di Saudi aqidahnya sangat kuat. Mereka bekerja dengan baik, ada atau tidak ada uang yang didapat. Dan tidak melakukan tindakan tindakan menjegal rival rival usahanya. Mereka yakin, rizki mereka sudah diatur oleh Alloh. Tawakkalnya sangat kuat.

Para orang tua mohon jangan melihat calon menantunya hanya dari sisi kemapanan saja.

2. Ibadah.
Kita ajarkan anak anak kita tata cara wudhu dan sholat. Tidak ada satu ibadah yang diperintahkan dan dianjurkan untuk diajarkan kepada anak anak kita kecuali sholat.

Sebanyak 5.475 kali kita perintahkan anak kita untuk melakukan sholat (usia 7-10 tahun= 3 tahun). Jika kita tidak membiasakan anak anak kita sejak kecil untuk sholat, maka jika sudah besar, maka akan malas.
3. Akhlak dan Adab.
Kurikulim 2013 yang diusung pemerintah sekarang, menitiberatkan pendidikan karakter. Sayangnya masih jauh dari harapan, terutama di sekolah negeri.

Bagaimana generasi kita akan menjadi generasi yang jujur, jika para orang tua justru mengajari anak anaknya tidak jujur dengan membeli soal UN lalu menyuruh anaknya mempelajari soal bocoran tersebut.

Disiplinkan anak anak sejak kecil karena akan menjadi karakter atau pembiasaan. Reflek itu yang kita inginkan. Kita jangan bosan bosan menasehati anak anak kita. Teruslah mendakwahi anak anak kita.

*Cara Membentuk Generasi Qur’ani*

1) Ajarkan Al-Qur’an semenjak dini

Saat hamil, dari mulai hari pertama, perdengarkan janin dengan murottal Qur’an juz 1 sebanyak 5 kali.

Hari yang kedua, perdengarkan janin juz 2 sebanyak 5 kali. Begitu seterusnya sampai hari ke-30 (juz 30 di hari ke-30). Kemudian pada bulan kedua, putarkan juz 1 sebanyak 5 kali dan seterusnya sampai juz 30.

Ketika lahir, perdengarkan juz 1 sebanyak 5 kali selama 1 bulan setiap hari (berarti 150 kali dengarkan juz 1). Kemudian usia 2 bulan, perdengarkan juz 2…sampai 30 juz, maka usianya mencapai 2,5 tahun. Saat itu, talqinlah anak kita.

Saya dan istri mencoba memperdengarkan bacaan Al-Qur’an kepada anak saya yang ketiga. Masya Alloh.. Barokahnya terasa. Saat lahiran, mudah sekali.

2. Ada program membaca dan setoran di rumah.

3. Menyetel murottal di rumah.
Tidak akan pernah musik bersatu dengan Al-Qur’an.

4. Perbanyak halaqoh tahfizh.
Bisa offline maupun online.

5. Kampanye rumah tahfizh

*Metode menghapal*
Dua hal terpenting adalah ada SEMANGAT dan ISTIQOMAH. orang tua Musa al-Hafizh semangat membimbing Musa setiap hari. Ibunya tidak tidur kecuali 2 jam sehari.
Metode nomer kesekian.

*Ada dua metode:*
1. Sudah mampu membaca Al-Qur’an ->
Baca, Bayangkan, Hapalkan, Ulangi

2. Belum mampu membaca Al-Qur’an -> Talaqqi (dibimbing), Sima’i (mendengarkan), Tikror (diulang ulang) .
Muroja’ah itu kunci.

• Letakkan Al-Qur’an sejajar mata kita agar tidak mudah lelah dan mengantuk.

• Minum air putih yang banyak sebelum menghapal

• Jauhkan hal hal yang bisa mengganggu fokus kita

• Diulang ulang
Hapalan kita ibarat tumpukan kertas yang harus diulang ulang.

*Menjaga Hapalan*

Saat akan menghapal satu surat tertentu, jangan langsung hapalan tapi pemanasan sulu atau muroja’ah. Kenapa hapalan orang Indonesia mudah hilang? Karna hapalan itu berada di short term memory. Maka harus diletakkan di long term memory. Muroja’ah minimal 20 kali, sholat sunnah, saat berkendara sambil muroja’ah, dan mendengarkan murottal.

Al-Qur’an bisa dihapal oleh siapa saja. Ada seorang wanita lansia usia 60an tahun yang diberi penghargaan oleh Pemerintah Turki karena telah berhasil menghapalkan Al-Qur’an. Al-Qur’an memang dimudahkan oleh Alloh untuk dihapalkan.

Ada juga anak cadel yang berhasil menghapal Al Qur’an dan cadelnya hilang setelah sekian tahun melakukan upaya menghapal Al-Qur’an. Kemudian ada juga anak yang buta kedua matanya, ternyata sanggup menghapal Al-Qur’an.